Tarhib Ramadan

Ramadan sebentar lagi, mari kita siapkan diri menyambut Bulan Suci ini.


Ramadan sebentar lagi, dan waktu menanti ini akan bergerak seperti berlari. 

Bagaimana kesiapan setiap kita menyambut Ramadan?

Pasti banyak kegiatan tarhib yang dilakukan di setiap daerah, di organisasi, maupun di rumah setiap muslim. Lalu bagaimana dengan kesiapan kita sebagai pribadi?

Ramadan adalah bulan istimewa bagi setiap muslim. Maka pastikan kita sambut Ramadan dengan berbagai kesiapan. Siapkan hal-hal yang dapat dilakukan sebelum Ramadan, dilaksanakan penuh selama Ramadhan, dan setelahnya.

  1. Tingkatkan ibadah salat
  2. Tingkatkan interaksi dengan Al-Quran
  3. Tingkat Sedekah

TINGKATKAN SHOLAT

Bagaimana kita meningkatkan sholat? Tidak saja bicara kualitas, meningkatkan sholat juga bisa dilaksanakan dengan rutin dan disiplin melaksanakan sholat sunah. 

Sholat Sunah pertama yang perlu dijaga adalah Sholat Sunah Rawatib. Sholat sunat yang mengiringi sholat wajib ini terdiri dari 12 rakaat, yaitu;

2 (dua) rakaat sebelum sholat subuh
4 (empat) rakaat sebelum sholat dzuhur
2 (dua) rakaat sesudah sholat dzuhur
2 (dua) rakaat sesudah sholat maghrib
2 (dua) rakaat sesudah sholat isya

 Rasullullah mengatakan ;

"Jika seorang hamba Allah SWT salat 12 rakaat (sunah) setiap hari, sebelum dan setelah salat wajib, maka Allah SWT akan membangunkannya sebuah rumah di surga " (HR Muslim).

Sholat sunat berikutnya yang dapat kita tingkatkan adalah sholat dhuha. Ada beberapa waktu dalam melaksanakan sholat dhuha, yaitu:

Awal dhuha, (Syuru’) Dua rakat waktunya 1,5 jam setelah subuh

Pertengahan Dhuha; Dua sampai dengan empat rakaat; waktunya antara jam 08.00 s.10

Akhir Dhuha ; Dua sampai dengan empat rakaat; waktunya dari jam 10.00  s.d mendekati dhuhur

Masih sangat banyak sholat sunah lain yang dapat ditingkatkan, seperti Sholat sunah tahajud dan witir, yang dilaksanakan pada malam hari.  Shalat sunah yang waktunya antara adzan dan iqomat. 

 

TINGKATKAN INTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN

Meningkatkan interakasi dengan Al-qur’an pastinya berhubungan dengan aktivitas kita dalam merutinkan membaca Al-qur’an. Meningkatkan interaksi dengan Al-qur’an dapat dilakukan dengan tiga acara, yaitu:

  1. Qira’ah, yaitu membaca Al-qur’an.

Jika sebelum Ramadhan aktivitas ini tanpa target, maka pada proses meningkatkan interaksi, adalah lebih baik membuat target penyelesaian, apakah selama Ramadhan akan khatam satu kali, dua kali atau lebih. 

 

  1. Tilawah, yaitu mengkaji makna/isi dari ayat Al-qur’an

Melakukan tilawah, bisa dilaksanakan bersama-sama dengan teman dan dibimbing oleh guru, ataupun dengan emmbaca tafsir Al-quran, yang sangat banyak. Kebaikan dalam tilawah adalah, selama mengkaji rahmat Allah akan menyertai serta akan meningkatkan ketenangan jiwa

 

  1. Tahfizd, yaitu menghafal yaitu menargetkan hafalan atas surat yang ada dalam Al-quran

Tentunya menghafal membutuhkan motivasi dan disilpin yang kuat, dan proses ini dapat dilakukan dengan berbagai metode yang dapat denganmudah dipelajari dari berbagai arahan dan kajian dari para ustad dan penghafal Al-quran. 

 

TINGKATKAN SEDEKAH

Hal terakhir yang dapat ditingkatkan dalam menyambut Ramadhan dan melaksanakannya sepanjang Ramadhan adalah bersedekah. 

Sedekah yang berarti memberikan sesuatu tanpa imbalan, dapat berbentuk benda dan non benda. Pada bulan Ramadhan sangat dihimbau untuk meningkatkan sedekah, terutama dalam bentuk infaq; yang merupakan sedekah dalam bentuk benda. 

Berinfaq dalam bulan Ramadhan sangat dianjurkan dan disarankan dapat dilakukan setiap hari. Tidak berhubungan dengan nilai atas infaq tersebut, namun pada rutinitas pelaksanaannya. Memberikan paket berbuka puasa, atau juga paket kebutuhan untuk pangan harian, ataupun infaq dalam bentuk rupiah. Banyak cara dalam berinfaq dan pastinya sangat banyak rahmat dalam akitivitas ini. Tidak saja kebahagiaan bagi yang menerima, namun juga kebahagiaan dan keberkahan bagi para pemberi infaq. 

Sisihkan dana untuk berinfaq selama Ramadhan dari sekarang dan mari kita siapkan diri dan hati untuk menyambut Ramadhan 1445H.

Mohon maaf lahir dan batin. 

Disclaimer

Artikel ini merupakan opini pribadi penulis, bukan pandangan resmi Kementerian Keuangan RI. Informasi telah diverifikasi, namun platform tidak bertanggung jawab atas keakuratan atau kelengkapannya. Pembaca disarankan melakukan verifikasi mandiri.