Sekolah Rakyat: Jalan Pendidikan bagi Kaum Rentan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas nasional yang harus menjamin anak-anak dari keluarga miskin tetap bersekolah tanpa terbebani biaya.


Sekolah Rakyat merupakan sebuah inisiatif pendidikan yang lahir untuk menjawab kesenjangan akses pendidikan di Indonesia. Program ini dirancang agar anak-anak dari keluarga kurang mampu dan kelompok rentan tetap dapat menikmati hak dasarnya: bersekolah, belajar, dan meraih cita-cita. Tujuan utamanya sederhana namun sangat mendasar, yaitu memastikan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, tanpa dibatasi oleh latar belakang sosial maupun ekonomi. Dalam hal ini, Sekolah Rakyat hadir bukan semata-mata sebagai ruang kelas, melainkan simbol nyata kehadiran negara yang merangkul warganya dengan penuh kepedulian.

Kita tentu menyadari bahwa hingga kini masih banyak keluarga di tanah air yang hidup dalam keterbatasan. Sebagian anak harus berhenti sekolah karena terbentur biaya, sebagian lagi terpaksa bekerja membantu orang tua, bahkan ada yang tak pernah sempat mencicipi bangku pendidikan karena akses sekolah terlalu jauh. Padahal, pendidikan adalah kunci untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. Tanpa jalan yang adil, kemiskinan dapat dengan mudah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dalam konteks inilah Sekolah Rakyat menjadi jembatan yang menghubungkan harapan dengan kenyataan. Program ini tidak hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi juga ekosistem pendukung berupa kegiatan literasi, fasilitas olahraga, hingga pembinaan karakter. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas nasional yang harus menjamin anak-anak dari keluarga miskin tetap bersekolah tanpa terbebani biaya. Beliau juga menekankan agar Sekolah Rakyat berdiri di berbagai daerah dengan prinsip sederhana, murah, namun tetap berkualitas. Negara, menurut arahan Presiden, tidak boleh membiarkan satu pun anak Indonesia kehilangan hak untuk menempuh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.

Hingga awal September 2025, data Kementerian Keuangan mencatat sudah ada 100 Sekolah Rakyat yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia, dengan jumlah siswa mencapai 9.780 anak. Pemerintah telah membuka 396 kelas untuk siswa, dan jumlah itu akan terus bertambah agar semakin banyak anak-anak dari keluarga rentan memperoleh pendidikan yang layak. Saat ini, Sekolah Rakyat tersebar sebanyak 22 sekolah di Sumatera, 48 sekolah di Jawa, 4 sekolah di Kalimantan, 15 sekolah di Sulawesi, 7 sekolah di Maluku-Papua, dan 4 sekolah di Bali-Nusa Tenggara. Sekali lagi, angka ini masih terus akan bertambah seiring gencarnya upaya pemerintah untuk merealisasikan program Sekolah Rakyat bagi anak-anak Indonesia. Ini menjadi pertanda baik bahwa langkah pemerataan pendidikan sedang digalakkan dengan sungguh-sungguh.

Contoh nyata bisa kita lihat di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi yang berlokasi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi. Di sana, 180 siswa dari keluarga kurang mampu kini dapat bersekolah dengan fasilitas yang layak. STPL yang semula berfungsi sebagai pusat rehabilitasi sosial kini juga menjadi mitra penting dalam mendukung pendidikan anak-anak rentan. Kehadiran Sekolah Rakyat di lingkungan ini membuktikan bahwa kerja sama antara program sosial dan pendidikan dapat berjalan beriringan, sekaligus menjadi solusi nyata untuk memutus rantai kemiskinan.

Lebih dari sekadar memberi ilmu pengetahuan, Sekolah Rakyat menciptakan ruang aman bagi anak-anak untuk membangun mimpi. Banyak di antara mereka yang sebelumnya pesimis, kini kembali menatap masa depan dengan optimisme. Bayangkan jika program ini berkembang lebih luas, terutama di wilayah dengan angka putus sekolah yang tinggi, dampaknya akan terasa besar, tidak hanya pada kehidupan individu, tetapi juga pada pembangunan bangsa secara keseluruhan.

Pendidikan yang adil adalah fondasi keadilan sosial. Kehadiran negara tidak berhenti pada bantuan pangan atau jaminan kesehatan, tetapi juga menyentuh masa depan dengan memberikan bekal ilmu. Sekolah Rakyat adalah wujud nyata dari komitmen tersebut. Ia menjawab persoalan mendasar bangsa ini: bagaimana memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin tidak dibiarkan tertinggal hanya karena kondisi hidup mereka.

Sekolah Rakyat bukan sekadar program jangka pendek. Ia adalah investasi jangka panjang. Anak-anak yang kini belajar di Sekolah Rakyat adalah calon tenaga terampil, calon pemimpin komunitas, bahkan calon pemimpin bangsa. Mengabaikan pendidikan mereka sama saja dengan membiarkan masa depan bangsa berada dalam ketidakpastian.

Dukungan terhadap Sekolah Rakyat karenanya tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, dunia usaha, komunitas lokal, hingga individu perorangan dapat ikut ambil bagian, baik melalui donasi buku, pelatihan keterampilan, keterlibatan sebagai relawan, atau sekadar memberi semangat kepada anak-anak yang tengah berjuang menembus batas keterbatasan.

Sekolah Rakyat adalah wajah humanis dari negara. Sederhana, membumi, dan menyentuh langsung kebutuhan rakyat kecil. Keberadaannya mengingatkan kita semua bahwa pendidikan bukanlah hak istimewa, melainkan hak setiap warga negara. Selama masih ada anak Indonesia yang bermimpi untuk sekolah namun terhalang keadaan, Sekolah Rakyat akan selalu relevan, penting, dan layak diperjuangkan bersama.

 

Disclaimer

Artikel ini merupakan opini pribadi penulis, bukan pandangan resmi Kementerian Keuangan RI. Informasi telah diverifikasi, namun platform tidak bertanggung jawab atas keakuratan atau kelengkapannya. Pembaca disarankan melakukan verifikasi mandiri.