Ekspansi rencana kegiatan, program, ataupun usaha di dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar dilakukan. LDKPI yang juga merupakan organisasi pemerintah yang strategis di dalam mengalokasikan bantuan keuangan (financing) untuk negara-negara yang membutuhkan dinilai bisa memperluas basis potensi ekspansi financing ke wilayah Eropa Timur. Terletak berbatasan dengan Ukraina dan negara-negara Visegrad, hubungan bilateral Indonesia-Rumania yang stabil bisa menjadi landasan bagi LDKPI untuk memperluas basis tersebut mengingat Rumania juga merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Eropa.
Rumania bukanlah negara baru dan hubungan diplomatik Rumania-Indonesia sudah lama dibangun sejak 20 Februari 1950. Hubungan diplomatik tersebut terbentuk di masa Pemerintahan Soekarno-Hatta. Dinamika capaian ekonomi Rumania sebagai negara berkembang tidak terlepas dari dukungan dan peran negera-negara kawasan Eropa yang menjadi mitra strategisnya. Terlebih setelah Rumania bergabung menjadi anggota Uni Eropa sejak tahun 2007 yang lalu. Selain Uni Eropa, saat ini Rumania juga berniat bergabung sebagai anggota OECD. Jika diukur dari sudut pandang tata kelola, bergabungnya Rumania ke dalam Uni Eropa banyak memberikan manfaat bagi mereka sehingga negara ini mampu meningkatkan skala ekonomi mereka.
Perdagangan menjadi kunci bagi Rumania untuk meningkatkan kinerja ekonominya dan negara-negara Uni Eropa dengan predikat negara berkinerja ekonomi terbaik membuka jalan bagi Rumania untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara ini. Beberapa negara-negara Eropa yang saat ini menjadi mitra strategis mereka adalah Jerman, Italia, Perancis, Inggris, Hungaria, Polandia, Republik Ceko, Spanyol, dan Belanda.
Ekonomi Rumania dalam beberapa tahun terakhir memang sedang mengalami peningkatan, tetapi negara ini belum dikategorikan sebagai negara maju. Mobilitas masyarakat Rumania sepertinya ikut terpacu dengan mesin pergerakan ekonomi mitra strategisnya, sehingga pergerakan ekonominya pun ikut mengalami peningkatan. Tercatat, pertumbuhan GDP terbaik Rumania pernah dialami tahun 2004 dengan level capaian sebesar 10,43%. Tahun 2021, Rumania juga mampu memulihkan kekuatan ekonominya setelah dilanda pandemi Covid 19 dengan level pertumbuhan sebesar 5,55%, meskipun di tahun-tahun berikutnya pertumbuhan ekonominya kembali mengalami penurunan.
Di tengah penandatanganan dokumen substansi perjanjian kerja sama Indonesia-Uni Eropa CEPA yang resminya akan diberlakukan pada awal tahun 2027, Indonesia bisa saling berbagi informasi bagaimana Rumania berupaya memposisikan dirinya sebagai anggota OECD. Rumania sendiri juga masih berjuang di saat negara ini masih dihadapkan pada sejumlah persoalan ekonomi sosial, seperti tingkat kemiskinan yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Eurostat tahun 2024, tingkat kemiskinan Rumania berkisar dibesaran 27,9% dari total populasinya. Bahkan tingkat kemiskinan Rumania tersebut tertinggi kedua dari seluruh negara anggota Uni Eropa setelah Bulgaria yang mencapai level 30,3%.
Jumlah penduduk miskin memang masih menjadi kendala yang dihadapi pemerintah negara-negara Uni Eropa, meskipun persentasinya berbeda-beda. Luksemburg dan Irlandia yang menyandang predikat sebagai negara terkaya di Uni Eropa, berdasarkan informasi yang disampaikan Global Finance Magazine tahun 2024, juga masih bergelut dengan persoalan penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Persoalan sosial yang dihadapi Uni Eropa saat ini memang sangat kompleks, terlebih masuknya kaum imigran ke Uni Eropa secara ilegal, yang berkontribusi menciptakan kantung-kantung kemiskinan.
Sebagai konsekuensi lainnya, angka kriminalitas pun mengalami peningkatan. Belum lagi persoalan bertambahnya komunitas homeless di area perkotaan, konflik horisontal, serta perbedaan pandangan politik internal yang menjadi alasan mengapa Uni Eropa dihadapkan pada persoalan sosial yang sangat kronis. Hal ini tentu menjadikan kawasan Eropa berbeda jika dibandingkan dengan situasi di tahun-tahun sebelumnya. Dinamika sosial budaya lintas negara anggota Uni Eropa maupun perubahan dominasi partai politik antara aliran partai sayap kanan dan kiri di beberapa negara Eropa juga mengubah kontur lanskap Eropa saat ini.
Bagi Indonesia, dinamika ekonomi sosial kawasan Eropa merupakan bagian dari dinamika global yang memang saat ini cenderung protektif dan multipolar. Namun Rumania masih tetap menjadi mitra bagi Indonesia yang bisa memberikan potensi peningkatan kerja sama dan saling mendukung satu dengan yang lainnya. Indonesia memang bukan pemasok utama dalam rantai perdagangan internasional Rumania. Namun perdagangan Indonesia dan Rumania bisa saling mengisi dari keunggulan komparatif masing-masing produk yang mereka kembangkan.
Berdasarkan data ekspor Indonesia ke Rumania tahun 2023, ekspor utama Indonesia mencakup komoditas sektor pertanian, kehutanan, dan peternakan seperti halnya karet, sayuran atau lemak mikroba, teh, kopi, matè, kayu, kertas, plastik, dan hewan ternak. Selain itu, produk industri dan peralatan lainnya seperti mesin listrik, serat stapel buatan manusia, mebel, tempat tidur, kasur, penyangga kasur, dan bantal juga menjadi produk Indonesia yang diekspor ke Rumania. Bahan bakar mineral dan minyak mineral juga menjadi jenis produk lainnya yang diekspor Indonesia ke Rumania.
Melihat progres hubungan Indonesia-Rumania dan perkembangan geostrategi yang dinamis, Rumania bisa menjadi target alternatif bagi LDKPI dalam melaksanakan misinya. LDKPI bisa saja memberikan bantuan tertentu bagi komunitas yang ada di Rumania sebagai bentuk membangun mitra strategis di dalam masyarakat Eropa. Jika LDKPI mampu memberikan bantuan bagi komunitas Ukraina, LDKPI pun dinilai mampu melakukan pendekatan yang sama terhadap Rumania sebagai negara tetangga Ukraina. Pendekatan bisa berbasis dukungan kemitraan terhadap kemajuan pengusaha lokal skala kecil dan menengah. Selain itu, misi kemanusiaan melalui pendekatan budaya sebagai program alternatif juga bisa menjadi salah satu program LDKPI di dalam memperluas tujuan dan usahanya. Diyakini, konsekeunsi usaha ini dapat memberikan kemudahan bagi perusahaan Indonesia, baik swasta dan BUMN, yang hendak melakukan penetrasi dan ekspansi di Rumania.
Tetapi perlu diingat bahwa pendekatan diplomatis LDKPI tersebut tidak lepas dari dukungan APBN yang memberikan manfaat dalam menata dan memperkuat kesinambungan politik luar negeri Indonesia. Dana APBN berkontribusi langsung dalam kelancaran pelaksanaan tugas dan misi LDKPI. Pelaksanaan fungsi LDKPI dalam hal ini pun bukan sekedar menanamkan pengaruh saja, tetapi usaha LDKPI yang bersifat humanis ini pun diyakini mampu memperkuat posisi strategis Indonesia di kawasan Eropa di mana Indonesia seringkali menghadapi hambatan akibat pemberlakuan kebijakan Uni Eropa yang tidak seimbang dengan mitranya. Perlu diketahui juga bahwa bantuan LDKPI bagi Rumania tidak serta merta menempatkan Indonesia lebih baik dari Rumania. Indonesia dan Rumania bisa saling mengisi mengingat keduanya memiliki persoalan sosial yang sama dan salah satunya adalah persoalan di sektor pendidikan.
Catatan persoalan pendidikan di kedua negara ini bisa menjadi program kolaborasi yang dapat ditawarkan LDKPI kepada Rumania, khususnya tawaran bantuan untuk komunitas Rumania yang masih membutuhkan bantuan pendidikan. Bantuan tersebut bersifat terbatas, tetapi menjadi perwujudan upaya diplomasi Indonesia di dalam mengembangkan persepsi βsetaraβ di dalam tata kelola hubungan bilateral Indonesia dan Rumania, termasuk dengan negara-negara Eropa lainnya.