Kelapa sawit memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia. Industri kelapa sawit menghasilkan berbagai produk, baik berupa produk pangan, non-pangan, maupun bahan bakar terbarukan. Sektor ini menjadi salah satu pendorong ekonomi nasional. Pada tahun 2023, kontribusi industri sawit terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp88 triliun, mencakup penerimaan dari sektor perpajakan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan bea keluar. Industri ini menghasilkan lebih dari 179 produk hilir, termasuk produk setengah jadi dan produk jadi, dengan mayoritas ekspor berupa produk turunan sawit.
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), yang beroperasi di bawah Kementerian Keuangan, bertanggung jawab atas pengelolaan dana perkebunan kelapa sawit. BPDPKS mengumpulkan dana dari pelaku usaha perkebunan yang digunakan untuk mendukung program pengembangan kelapa sawit yang berkelanjutan. Tujuan program ini mencakup penelitian dan pengembangan, promosi usaha, peningkatan sarana prasarana, pengembangan biodiesel, replanting, peningkatan jumlah mitra usaha, dan edukasi sumber daya masyarakat mengenai perkebunan kelapa sawit.
Salah satu bentuk dukungan BPDPKS terhadap penelitian dan pengembangan adalah melalui Grant Riset Sawit (GRS), yang berfokus pada berbagai aspek perkebunan kelapa sawit. Setiap tahunnya, BPDPKS juga menyelenggarakan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) untuk memperkenalkan hasil-hasil riset inovatif kepada berbagai pemangku kepentingan dalam industri kelapa sawit.
Pada tahun ini, PERISAI diadakan di Bali dan menghadirkan lebih dari 700 peserta dari berbagai sektor, menampilkan inovasi riset dan demonstrasi teknologi seperti biosneakers, baterai supercapacitor, dan sepeda motor listrik. Tema yang diusung, "Green Gold: Transforming Palm Oil Industry through Cutting-Edge Technologies," menitikberatkan pada transformasi industri kelapa sawit melalui teknologi terkini.
Industri kelapa sawit nasional tidak hanya menghadapi tantangan tetapi juga peluang besar. Program replanting, pengembangan biodiesel, dan kebijakan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca merupakan beberapa inisiatif yang telah menunjukkan hasil positif. Pemerintah juga telah mengubah tarif pungutan ekspor untuk meningkatkan daya saing produk kelapa sawit di pasar global.
Selain itu, BPDPKS kini sedang memperluas mandatnya untuk mengelola komoditas kakao dan kelapa, dengan program utama yang mencakup pembangunan persemaian dan peremajaan tanaman. Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi kakao dan kelapa, dengan dukungan iklim tropis yang ideal.
Kakao merupakan bahan baku yang sangat berharga dalam industri makanan dan minuman. Selain itu, kakao juga digunakan dalam berbagai produk non-pangan seperti kosmetik dan farmasi. Inovasi dalam pengolahan dan penggunaan kakao terus berkembang, membuka peluang baru untuk pemanfaatan biji kakao. Tak jauh berbeda, kelapa adalah tanaman serbaguna yang menghasilkan berbagai produk bernilai tinggi dalam berbagai industri. Inovasi dalam pengolahan kelapa diyakini mampu memberi dampak ekonomi bagi masyarakat Indonesia.
Kementerian Perindustrian juga turut serta dalam mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit dengan memfasilitasi riset dan pengembangan produk berbasis sawit. Pengembangan industri hilir kelapa sawit difokuskan pada pengelolaan minyak nabati dan biomassa untuk mendapatkan nilai tambah yang maksimal, sehingga petani rakyat mendapatkan harga beli tandan buah segar yang remuneratif.
Selama ini, program riset BPDPKS cukup kompetitif dan berorientasi pada solusi. Riset yang dilakukan mampu menghasilkan teknologi dan kebijakan yang memperkuat daya saing industri sawit nasional di pasar global. Kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan pelaku industri sawit menjadi kunci dalam mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada.
Melalui berbagai program dan kegiatan, BPDPKS terus menunjukkan komitmen dalam mendukung transformasi industri kelapa sawit nasional melalui riset, inovasi, dan kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dengan dukungan berkelanjutan, industri kelapa sawit Indonesia diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian negara.